Tujuan Pembelajaran Khusus :
CGP dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP.
Dalam menulis Aksi Nyata 3.1 ini saya menggunakan model 1 yang diprakarsai oleh Dr.Roger Greenaway yaitu model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) dapat diterjemahkan menjadi 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan).
PERISTIWA
Pada tanggal 12 Februari 2024 saya mencoba mencari kasus nyata yang mengandung unsur dilema etika dengan melakukan wawancara dengan kepala sekolah tempat saya bertugas yaitu dengan Bapak Jamaludin S.Pd di SMA Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh. Melalui wawancara saya mencoba melihat kasus nyata yang terjadi di sekolah ini yang mengandung unsur dilema etika. Berikut ringkasan kasus tersebut
"kasus nyata ini berkaitan tentang bagaimana
siswa-siswa yang saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan untuk
kegiatan atletik karena beberapa siswa tersebut memang memiliki bakat
di bidang atletik. Siswa ini setiap hari harus selalu latihan secara rutin di pagi
hari mulai jam 05.30 WIB sampai jam 08.00 WIB terutama saat mereka akan mengikuti perlombaan atau turnament . Hal ini tentu menimbulkan
masalah karena dalam aturan jam masuk sekolah adalah 7.15, sedangkan mereka jam
08.00 WIB baru selesai serta mereka harus pulang dulu ke rumah yang menyebabkan keterlambatan. Setelah hal ini terjadi dalam beberapa waktu lalu kepala sekolah mengadakan diskusi dengan unsur pimpinan sekolah
maka diputuskan sekolah perlu melakukan suatu beberapa langkah berupa
pengambilan keputusan yaitu pertama kami meminta kepada siswa
untuk membuat kartu jadwal latihannya, kedua melist siapa saja yang
mengikuti saja, ketiga menyampaikan pada piket dan Majelis Guru
hal nama-nama siswa yang harus ikut latihan supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Dalam kasus ini, adalah termasuk dalam dilema etika dimana sekolah perlu adanya siswa berbakat di bidang ini dan di sisi lain berharap agar siswa bisa
tepat waktu hadir kesekolah "
Setelah mendengarkan dan berdiskusi tentang kasus nyata di atas saya mencoba mempraktekkan proses pengambilan keputusan yang telah dipelajari dalam modul 3.1 dengan menganalisis melalui paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan.
Adapun yang menjadi tujuan mampu mengambil keputusan berbasis nila-nilai kebaikan sebagai seorang pemimpin dengan tolak ukur keberhasilan yaitu dihasilkannya sebuah keputusan yang berpihak kepada murid dan tidak merugikan semua pihak yang terlibat.
Paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika dalam kasus di kategorikan pada Rasa Keadilan vs rasa kasihan (justice vs mercy)
- Prinsip Pengambilan keputusan
Prinsip Pengambilan keputusan yang terjadi pada situasi dilema etika dalam kasus di kategorikan pada
a) Berfikir berbasis peraturan (rule - based thinking) yaitu seorang murid harus menaati peraturan seperti tidak terlambat dan mengikuti pelajaran dengan baik
b) Berfikir berbasis rasa peduli (care - based thinking) yaitu untuk mengembangkan kemampuan seni kita butuh mengapresiasi , diberi ruang dan kesempatan untuk mengembang bakat yang di miliki
- 9 langkah pengujian untuk menguji ketepatan pengambilan keputusan
1. Mengenali nilai-nilai yang bertentangan Nilai yang bertentangan yaitu keadilan dengan rasa Kasihan
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
Yang terlibat dalam kasus ini adalah siswa atlet, guru piket, guru mata pelajaran dan kepala sekolah'
3. fakta yang relevan
Fakta relevan yang terjadi adalah siswa atletik sering terlambat dalam mengikuti proses pembelajaran karena mengikuti kegiatan latihan serta kemampuan akademik siswa atletik sering kali rata-rata kelas atau standar namun memiliki kemampuan di bidang olah raga
4. Pengujian salah benar
- uji legal (Tidak ada pelanggaran)
- uji regulasi (Tidak ada,karena menyampaikan izin)
- uji intuisi (Sering terlambat saat jam pembelajaran di sekolah
- uji publikasi (tidak menjadi konsumsi publik)
- uji panutan (Memberi izin dengan catatanmemberikan laporan ke guru piktsd dan guru mata pelajaran)
5. Pengujian paradigma Benar lawan benar .
Pengujian paradigma Benar lawan benar yaitu pada Rasa Keadilan vs rasa kasihan
6. Prinsip resolusi
Adapun prinsip resolusinya Berfikir berbasis peraturan (rule - based thinking) dan Berfikir berbasis rasa peduli (care - based thinking)
7. Investigasi Opsi dilemaInvestigasi Opsi dilema yang bisa dilaksanakan adalah Sekolah menyediakan fasilitas untuk pengembangan bakat siswa berbakat dan sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk pengembangan bakat yang lebih terarah
8. Buat keputusan
Dalam langkah ini sekolah membuat keputusan dengan pertama meminta kepada siswa untuk membuat kartu jadwal latihannya, kedua melist siapa saja yang mengikuti saja, ketiga menyampaikan pada piket dan Majelis Guru hal nama-nama siswa yang harus ikut latihan supaya tidak terjadi kesalahpahaman
9. Lihat lagi keputusan dan refleksiDalam langkah ini sekolah melakukan refleksi dengan cara antara lain Langkah pertama lihat bagaimana
komitmen siswa dalam menjalankan
dispensasi dan Langkah kedua mengevaluasi jika ada
maka bisa dikembangkan untuk kebijakan
berikutnya
PERASAAN
Sebelum mempelajari modul 3.1, saya tidak mengetahui bahwa dalam mengambil keputusar harus mempertimbangkan beberapa hal juga harus melalui langkah-langkah pengambilan keputusan dan pengujian keputusan secara benar. Hal ini dilakukan agar keputusan yang diambil dapat memberikan yang terbaik bagi semua pihak yang terlibat. Selain itu keputusan yang diambil haruslah mempertimbangkan nilai- nilai kebajikan universal yang ada. Oleh karena itu saya merasa senang dapat mempelajari dan mempraktikkan secara langsung materi ini.
PEMBELAJARAN
Situasi dilema etika sebenarnya sering kita jumpai di sekitar ekosistem kerja kita. Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi dilema etika, namun bedanya saat itu saya belum memahami bahwa itu merupakan dilema etika, Dampak mempelajari materi ini buat saya sangat berarti setelah mempelajari ada perubahan cara berpikir dalam mengambil keputusan, bahwa keputusan tersebut harus menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan serta pengujian keputusan.
PENERAPAN
Aksi nyata ini sangat penting sekali sebagai bekal dan melatih diri untuk pengambilan keputusan yang bermanfaat bagi banyak pihak. Saya akan memperkenalkan tahapan 9 langkah pengambilan keputusan kepada rekan yang paling dekat dengan saya dulu, baru kemudian kepada yang lain. Selain konsep-konsep tersebut, sudah tentu ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu nilai-nilai kebajikan universal yang harus selalu dijunjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar